Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto menghadiri rilis Indeks Daya Saing Daerah 2025 BRIN di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menegaskan arah inovasi daerah kini berorientasi pada penyelesaian masalah riil.
Ia menyampaikan hal itu usai menghadiri rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta.
Menurut Respati, ukuran keberhasilan inovasi tak lagi dihitung dari banyaknya aplikasi yang diluncurkan. Yang terpenting adalah dampaknya bagi warga.
Pemerintah Kota Surakarta memprioritaskan inovasi untuk pengentasan kemiskinan dan penurunan angka pengangguran. Dua isu tersebut dinilai paling mendesak.
Peran Solo Technopark diperkuat sebagai pusat pelatihan dan pengembangan keterampilan. Konsep link and match dengan dunia industri menjadi fokus utama.
Tujuannya jelas: membuka akses kerja lebih luas dan menekan pengangguran, terutama di kalangan usia produktif.
Tantangan Partisipasi dan Langkah Tegas
Namun, Respati mengakui tantangan tak ringan. Persoalan utama justru terletak pada kemauan masyarakat memanfaatkan fasilitas pelatihan yang tersedia.
Program pelatihan disediakan gratis. Tetapi bagi warga berpenghasilan rendah, mengikuti pelatihan jangka panjang kerap berarti kehilangan pendapatan harian.
Kondisi itu membuat sebagian warga memilih bekerja serabutan ketimbang meningkatkan keterampilan.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Pemkot Surakarta akan menggandeng tokoh masyarakat dan perangkat wilayah guna memperkuat sosialisasi.
Pendekatan persuasif dinilai penting agar warga memahami manfaat jangka panjang pelatihan kerja.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan langkah intervensi yang lebih tegas. Orang tua akan didorong memastikan anak-anak mereka mengikuti program peningkatan keterampilan.
Respati bahkan menyebut kemungkinan pencabutan bantuan sosial bagi warga yang menolak mengikuti pelatihan yang telah difasilitasi pemerintah.
Kebijakan ini, menurutnya, bukan semata sanksi, melainkan dorongan agar bantuan sosial benar-benar bertransformasi menjadi kemandirian ekonomi.
Ia berharap strategi ini dapat memperkuat daya saing daerah sekaligus memastikan inovasi berdampak langsung pada penurunan kemiskinan dan pengangguran di Surakarta.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar