International Franchise and Business Exchange Expo 2025 resmi dibuka pada 28 November 2025 di Surabaya Convention Center, menandai kolaborasi strategis besar antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku ekonomi digital Indonesia.
Pameran terbesar se-Jawa Timur itu menghadirkan 113 brand dan menargetkan 35.000 pengunjung, menghadirkan peluang investasi baru yang diyakini memperkuat ekosistem waralaba nasional hingga masa depan.
Ir. Soegiharto Santoso atau Hoky, Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS, hadir langsung memberikan dukungan penuh, menegaskan pentingnya sinergi franchise dengan percepatan transformasi digital Indonesia.
Dalam keterangannya, Hoky menyebut IFBEX sebagai momentum positif. la mengapresiasi keberhasilan pengisian seluruh booth pameran dan antusiasme ribuan calon investor yang memadati lokasi acara.
la menilai kolaborasi IFBEX sebagai ruang ideal mempertemukan brand potensial dengan teknologi digital. Menurutnya, digital marketing dan analitik data menjadi penentu daya saing wirausaha masa kini.
Hoky turut menyampaikan penghargaan kepada Kementerian Perdagangan RI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta sponsor seperti BRI dan Pertamina yang disebutnya memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis kolaborasi.
Ageng Permadi dan Supardjo dari APKOMINDO serta ΑΡΤΙΚNAS Jawa Timur berperan aktif menjembatani komunikasi dengan pemerintah daerah dan komunitas usaha demi memastikan dukungan lokal yang solid.
Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Septo Soepriyatno, menegaskan komitmen pemerintah mendorong indeks kewirausahaan nasional naik hingga minimal 10 persen melalui akselerasi pameran semacam IFBEX.
Septo mengingatkan seluruh peserta untuk mematuhi regulasi waralaba, terutama kepemilikan STPW, sekaligus mengimbau calon investor agar cermat memeriksa kelayakan bisnis sebelum melakukan kerja sama.
Ketua Umum HIKPI, Djoko Kurniawan, menilai IFBEX sebagai katalis pengembangan franchise, seraya menegaskan bahwa sinergi antara waralaba dan teknologi digital membuka peluang bisnis lebih scalable.
Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menilai Surabaya sebagai lokasi paling strategis karena kekuatan daya beli masyarakat serta potensi pasar franchise yang terus berkembang pesat.
Dukungan nasional hingga daerah dalam penyelenggaraan IFBEX memperlihatkan keseriusan berbagai pihak dalam membangun ekosistem wirausaha Indonesia yang lebih digital, tangguh, dan berorientasi masa depan.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar