Upacara Sertijab Kodiklatad 2025 berlangsung khidmat di Aula M. Toha, Bandung, dipimpin Letjen TNI Mohamad Hasan yang menegaskan kembali amanah besar jabatan strategis.
Acara resmi pada Jumat, 28 November 2025 tersebut melibatkan serah terima tiga posisi penting, termasuk jabatan Danpuslatpur Kodiklatad yang menjadi fokus perhatian publik.
Kolonel Inf Polsan Situmorang resmi menggantikan Brigjen TNI Dany Rakca sebagai Danpuslatpur, menandai rotasi kepemimpinan baru di satuan latihan tempur terbesar TNI AD.
Puslatpur dikenal sebagai tulang punggung penyelenggaraan latihan tempur skala besar, sehingga perubahan kepemimpinan membawa konsekuensi signifikan bagi peningkatan profesionalitas prajurit.
Letjen TNI Mohamad Hasan menegaskan jabatan bukan simbol, melainkan amanah pengabdian yang menuntut tanggung jawab besar serta komitmen menjaga kebijakan baik para pendahulu.
la meminta para pejabat baru tetap melanjutkan program efektif, memperkuat kualitas latihan, dan menanamkan budaya profesionalitas dalam setiap kegiatan pembinaan kekuatan tempur.
Dalam suasana emosional, Letjen Hasan menyampaikan pesan menyentuh tentang pentingnya integritas dan loyalitas, yang menurutnya menjadi fondasi utama keberhasilan tugas prajurit.
la juga menekankan budaya sinergitas sebagai roh organisasi, menegaskan hubungan erat antar satuan menjadi pilar kekuatan TNI AD menghadapi dinamika keamanan nasional.
Tradisi Kodiklatad turut mewarnai acara, mulai penyambutan Mayjen Windiyatno, penyerahan cenderamata, ramah tamah, hingga pelepasan Mayjen Izak Pangemanan secara penuh kehormatan.
Keberadaan keluarga disebut sebagai penopang moral terbesar prajurit, sehingga Dankodiklatad mengajak pejabat baru menjaga keharmonisan rumah tangga sebagai sumber ketangguhan mental.
Acara turut dihadiri Ir Kodiklatad, Wair Kodiklatad, para Direktur, para Dansatjar, serta Ketua Persit KCK PG Kodiklatad yang memberikan dukungan penuh kepada pejabat baru.
Momentum ini menjadi refleksi bagi seluruh prajurit bahwa kepemimpinan efektif lahir dari integritas, konsistensi, dan keberanian mempertahankan nilai luhur pengabdian militer.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar