Curahan hati model Helwa Bachmid mengenai pernikahannya dengan Habib Bahar bin Smith memicu sorotan baru setelah ia mengaku tidak diperlakukan layaknya seorang istri selama satu tahun.
Helwa mengungkap tidak menerima nafkah lahir dan batin, memunculkan pertanyaan publik mengenai situasi rumah tangga yang selama ini tidak pernah dibicarakan secara terbuka oleh kedua belah pihak.
Merespons pengakuan tersebut, istri pertama Habib Bahar, Fadlun Faisal Balghoits, buka suara dan membantah keras tuduhan yang disampaikan Helwa melalui media sosial pribadinya.
la menjelaskan aktivitas dakwah sang suami membuat waktu bersama keluarga sangat terbatas, tetapi kondisi tersebut telah dipahami para istri sejak awal pernikahan berlangsung.
Menurut Fadlun, peran pendakwah menuntut Habib Bahar sering bepergian sehingga ritme pertemuan tidak dapat disamakan dengan keluarga pada umumnya, khususnya bagi yang baru menikah.
la menilai tuntutan Helwa mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap kehidupan pendakwah yang memiliki tanggung jawab luas kepada umat serta banyak anggota keluarga.
"Habib bukan hanya milik istrinya, tetapi milik umat," ujar Fadlun dengan nada tegas, menegaskan kesibukan suaminya bukan alasan untuk menyebut tidak adanya tanggung jawab.
Fadlun juga membantah tuduhan bahwa suaminya tidak memberikan nafkah, bahkan mengaku memiliki bukti transfer untuk menunjukkan kewajiban tersebut selalu dipenuhi.
la menyebut komentar Helwa berlebihan karena tidak memahami bahwa Habib Bahar memiliki banyak istri dan anak sehingga waktu yang tersedia harus dibagi secara adil.
Warga net menilai polemik ini menunjukkan dinamika rumah tangga yang kompleks, terutama ketika menyangkut lebih dari satu istri dan intensitas aktivitas dakwah figur publik.
Situasi ini memunculkan diskusi luas mengenai batas ekspektasi dalam pernikahan, kejujuran komunikasi, serta tekanan psikologis yang dapat muncul di tengah kehidupan poligami.
Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting tentang bagaimana keterbukaan, kesabaran, dan pemahaman peran dapat menjaga keharmonisan di tengah perbedaan kebutuhan emosional keluarga.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar