Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) kembali mencuri perhatian setelah membukukan rugi bersih Rp9,7 miliar pada Kuartal III 2025, melebar signifikan dibanding akhir 2024.
"Kerugian tersebut membuat rugi bersih per saham mencapai Rp3,74, sementara beban operasional meningkat dan laba bruto turun tajam," ujar Direktur CLAY Chairul Umaiya dalam Public Expose di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Menurut Chairul, laba bruto merosot dari Rp98,88 miliar menjadi Rp44,52 miliar akibat tekanan pasar dan rendahnya kontribusi operasional hotel setelah periode pariwisata melambat.
Rugi sebelum pajak penghasilan ikut membengkak menjadi Rp4,35 miliar, berbanding terbalik dengan capaian periode sama tahun sebelumnya yang masih membukukan laba Rp14,3 miliar.
"Perseroan juga mencatat rugi komprehensif Rp3,05 miliar, berbalik arah dari laba komprehensif Rp11,30 miliar pada 31 Desember 2024, memperlihatkan tantangan finansial lebih luas," ungkapnya.
Dari sisi neraca, ia menuturkan, liabilitas naik menjadi Rp542,12 miliar, sedangkan ekuitas turun ke Rp9,93 miliar, meskipun total aset meningkat menjadi Rp552,05 miliar pada September 2025.
Sementara itu, Direktur Utama CLAY Nany Adriani menegaskan perusahaan tetap bertumpu pada dua unit bisnis utama, termasuk The Stones Hotel di Legian, Bali dengan kapasitas 380 kamar serta fasilitas premium.
Hotel tersebut dilengkapi restoran populer dan sarana rekreasi lengkap seperti spa, gym, ballroom, ruang pertemuan, hingga layanan shuttle bandara, menjadi kontributor penting arus pendapatan.
Unit kedua, Clay Hotel Jakarta di kawasan Blora, menawarkan 81 kamar, fasilitas bisnis, restoran Keday Clay, serta layanan penunjang yang menyasar korporasi dan wisatawan bisnis.
Manajemen menilai kedua hotel masih memiliki potensi pertumbuhan melalui optimalisasi okupansi dan peningkatan kualitas layanan, terutama menghadapi kompetisi ketat jaringan perhotelan nasional.
Menurut Nany, perseroan juga akan melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Royal Sukadana sebagai upaya diversifikasi pendapatan jangka panjang dan memperkuat stabilitas usaha.
CLAY berharap strategi tersebut mampu mengurangi tekanan finansial sekaligus membangun fondasi pertumbuhan lebih adaptif di tengah perubahan tren industri perhotelan dan properti domestik.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar