PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) menegaskan komitmennya memperkuat pertumbuhan bisnis melalui ekspansi kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta pengembangan kemitraan strategis. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya permintaan dari sektor otomotif yang masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
"Pendapatan perseroan meningkat dan pm 1dari Rp190,5 miliar pada 2022 menjadi Rp369,6 miliar pada 2025 atau tumbuh hampir dua kali lipat dalam periode empat tahun. Sementara laba bersih naik menjadi Rp30,2 miliar pada 2025 dari Rp23,2 miliar pada tahun sebelumnya," ujar Hamim, Direktur Utama PART dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (25/06/2025).
Hamim menegaskan komitmennya memperkuat pertumbuhan bisnis melalui ekspansi kapasitas produksi, diversifikasi produk, serta pengembangan kemitraan strategis. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya permintaan dari sektor otomotif yang masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
Hamim menyampaikan kinerja perusahaan menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatan perseroan meningkat dari Rp190,5 miliar pada 2022 menjadi Rp369,6 miliar pada 2025 atau tumbuh hampir dua kali lipat dalam periode empat tahun. Sementara laba bersih naik menjadi Rp30,2 miliar pada 2025 dari Rp23,2 miliar pada tahun sebelumnya.
Segmen Otomotif Masih Mendominasi
Perseroan memproduksi berbagai komponen logam untuk industri otomotif roda dua dan roda empat, elektronik, serta sanitasi. Segmen otomotif masih menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi sekitar 80,3 persen terhadap penjualan perusahaan. Di sisi lain, lini peralatan rumah tangga mulai menunjukkan perkembangan dengan kontribusi sekitar 15,4 persen terhadap pendapatan.
Manajemen menyebut strategi diversifikasi menjadi bagian penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu sektor sekaligus membuka peluang pasar baru yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang.
Fokus Inovasi dan Kemitraan Strategis
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, PART menyiapkan sejumlah agenda pengembangan usaha, termasuk pengembangan peralatan pertanian, mesin pengolah sampah organik, serta produk peralatan rumah tangga berbasis logam. Perseroan juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian, BRIN, dan sejumlah mitra industri guna memperkuat inovasi produk.
Selain memperluas pasar, perusahaan juga terus meningkatkan efisiensi melalui penerapan Quality, Cost and Delivery (QCD), penambahan mesin produksi, serta program penghematan energi.
Meski optimistis terhadap prospek usaha, manajemen mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, mulai dari fluktuasi harga bahan baku, keterbatasan pasokan impor, perubahan kebijakan pemerintah, hingga ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
Namun dengan penguatan bisnis inti dan diversifikasi yang terus berjalan, perseroan meyakini dapat mempertahankan pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, dan nilai tambah bagi pemegang saham di masa mendatang.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




































