Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Danrem 031/WB Dampingi Pangdam XIX/TT Silaturahmi ke Bengkalis


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han mendampingi Pangdam XIX/TT dalam kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Daerah Bengkalis, Selasa, 28 April 2026. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas wilayah.

Rombongan disambut langsung oleh Bupati Bengkalis Kasmarni, S.Sos., MMP bersama jajaran pemerintah daerah. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan terbuka, menandai hubungan yang selama ini terjalin cukup harmonis antara kedua institusi.

Danrem 031/WB Dampingi Pangdam XIX/TT ke Bengkalis

Dalam pertemuan tersebut, Pangdam XIX/TT menegaskan pentingnya menjaga komunikasi yang baik antara TNI dan pemerintah daerah. Menurut dia, sinergi yang kuat menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Ia menilai stabilitas wilayah tidak bisa dibangun hanya dengan pendekatan keamanan semata. Pemerintah daerah, aparat teritorial, dan masyarakat harus bergerak dalam irama yang sama.

Di lapangan, hal seperti ini sering terlihat sederhana—sekadar kunjungan dan jamuan singkat. Namun, pengalaman menunjukkan banyak persoalan daerah justru selesai dari meja silaturahmi, bukan dari ruang rapat yang terlalu formal.

Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu menambahkan bahwa silaturahmi seperti ini bukan sekadar agenda seremonial. Menurut dia, kehadiran TNI harus terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat.

“Silaturahmi seperti ini bukan sekadar agenda formal, melainkan wujud nyata dari komitmen bersama untuk hadir dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan posisi TNI bukan hanya sebagai penjaga stabilitas, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong kesejahteraan publik.

Bupati Bengkalis Apresiasi Dukungan TNI

Bupati Bengkalis Kasmarni menyambut baik kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian dan dukungan jajaran TNI terhadap berbagai agenda pembangunan di wilayahnya.

Menurut dia, hubungan yang selama ini terjalin perlu terus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efektif, terutama dalam menjaga rasa aman dan nyaman.

Kasmarni berharap kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis semakin solid ke depan. Dengan begitu, pembangunan daerah dapat berjalan berkelanjutan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa sinergi TNI dan pemerintah daerah tetap menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga Bengkalis tetap stabil dan berkembang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Deklarasi Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia, Ini Agenda Besarnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia resmi dideklarasikan di Islamic Culture Center (ICC) Jakarta, Selasa (28/04/2026). Forum ini dibentuk sebagai ruang silaturahmi masyarakat sipil untuk memperkuat hubungan sosial, budaya, dan keislaman antara Indonesia dan Iran, tanpa membawa kepentingan pemerintah.

Deklarasi itu juga ditandai dengan penyerahan piagam kepada Direktur ICC yang diwakili Kepala Departemen Tabligh dan Budaya ICC, Muhammad Zaki Amami. Kehadiran tokoh lintas daerah mempertegas bahwa forum ini ingin bergerak sebagai simpul persaudaraan nasional.

Deklarasi Persaudaraan Masyarakat Iran Indonesia

Ketua Umum Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia, KH. Abu Hasan atau Abuya Hasan, menegaskan forum ini tidak berhenti sebagai acara seremonial. Ia berharap deklarasi ini melahirkan kerja nyata yang berdampak panjang.

“Semoga pada nantinya peradaban, khususnya di Kabupaten Bondowoso, ada sebuah pembangunan namanya pembangunan Masjid Raya Iran-Indonesia,” ujar Abuya Hasan dalam sambutannya.

Pernyataan itu disambut antusias peserta. Gagasannya sederhana, tetapi pesannya kuat: persaudaraan harus punya jejak nyata, bukan sekadar dokumentasi acara.

Ketua panitia Jalaluddin Tapau Jahidin mengatakan inisiatif ini lahir setelah komunikasi langsung dengan pihak Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Menurut dia, Wakil Duta Besar Iran menyambut positif pembentukan organisasi tersebut.

“Ini bukan government, tetapi murni dari masyarakat, tidak mewakili pemerintah. Kita ingin membentuk Persaudaraan Masyarakat Iran-Indonesia,” kata Jalaluddin.

Ia menjelaskan, istilah “masyarakat” dipilih untuk menegaskan semangat musyawarah dan persaudaraan, bukan agenda politik praktis.

Peran Islamic Culture Center Jakarta

Muhammad Zaki Amami menjelaskan ICC merupakan lembaga kebudayaan Islam di bawah naungan Republik Islam Iran yang membuka ruang kerja sama luas dengan masyarakat Indonesia.

Menurut dia, ICC menjadi pusat penghubung budaya Islam dan hubungan sosial kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Brunei.

“Di sini adalah lembaga yang open-minded. Kita memiliki tujuan dan visi bersama sebagaimana Islam yang merupakan agama yang rahmatan lil alamin,” ujar Zaki.

Zaki yang menempuh pendidikan di Iran lewat beasiswa penuh sejak 2011 hingga 2022 menilai hubungan Indonesia dan Iran memiliki akar sejarah panjang, terutama melalui pengaruh Persia dalam perkembangan Islam di Nusantara.

Jejak itu, katanya, masih terasa dari Sumatera hingga Aceh. Kadang sejarah memang tidak ramai dibicarakan, tetapi pengaruhnya tetap hidup dalam budaya dan ingatan masyarakat.

Forum ini diharapkan menjadi ruang baru bagi dialog budaya, penguatan ukhuwah, dan kerja sama masyarakat Iran Indonesia ke depan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 






Share:

Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL Bekasi: 7 Tewas, 81 Luka


Duta Nusantara Merdeka | Bekasi 
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperbarui data korban tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di wilayah Bekasi. Hingga Selasa (28/04/2026), jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi tujuh orang, sementara 81 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menyampaikan seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat. Korban meninggal dan luka berasal dari rangkaian KRL yang mengalami benturan paling parah dalam insiden tersebut.

Kronologi Tabrakan dan Proses Evakuasi

Peristiwa ini terjadi saat KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL di lintasan wilayah Bekasi Timur. Benturan keras membuat proses evakuasi berlangsung cukup lama karena sejumlah korban ditemukan masih hidup dalam kondisi terjepit.

Tim Basarnas, petugas medis, aparat kepolisian, TNI, serta tim teknis PT KAI bekerja berjam-jam untuk mengevakuasi korban dari badan kereta.

Korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Distribusi korban ke banyak rumah sakit dilakukan untuk mempercepat penanganan medis dan menghindari penumpukan pasien di satu lokasi.

Posko Informasi dan Evaluasi Sistem Keselamatan

PT KAI membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban mendapatkan kepastian mengenai kondisi penumpang.

Untuk sementara, Stasiun Bekasi Timur tidak melayani naik dan turun penumpang. Perjalanan KRL juga dibatasi dan hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Anne Purba.

Insiden ini juga memunculkan pertanyaan publik mengenai sistem persinyalan, koordinasi jalur, serta prosedur keselamatan perjalanan kereta. Evaluasi menyeluruh menjadi penting agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL: 6 Orang Meninggal Dunia


Duta Nusantara Merdeka | Bekasi 
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan sebanyak enam orang meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di wilayah Bekasi. Sementara itu, 80 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Di tengah kabar duka itu, KAI mencatat seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat. Fokus penanganan kini diarahkan pada evakuasi korban KRL, layanan medis, serta pendampingan keluarga yang masih mencari informasi anggota keluarganya.

Evakuasi Berlangsung Lama dan Penuh Kehati-hatian

Proses penyelamatan berlangsung cukup panjang karena sejumlah korban ditemukan masih dalam kondisi hidup dan membutuhkan penanganan ekstra hati-hati.

Tim medis, Basarnas, aparat terkait, serta tim PT Kereta Api Indonesia terus bekerja di lokasi untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan aman.

Korban luka saat ini dirawat di beberapa fasilitas kesehatan, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Distribusi korban ke banyak rumah sakit dilakukan agar penanganan medis lebih cepat dan tidak menumpuk di satu titik layanan.

Posko Informasi Dibuka, Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara

Untuk membantu keluarga korban, KAI membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Posko ini menjadi pusat informasi bagi keluarga yang ingin memastikan kondisi penumpang.

Sementara itu, operasional Stasiun Bekasi Timur untuk sementara dihentikan. Stasiun tersebut tidak melayani naik dan turun penumpang hingga proses penanganan selesai.

Perjalanan KRL juga dibatasi dan sementara hanya dilayani sampai Stasiun Bekasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian ini serta permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses penanganan berjalan dengan baik,” ujar Anne Purba.

Kecelakaan ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan transportasi publik tidak boleh ditawar. Di balik angka korban, ada keluarga yang menunggu pulang, dan ada luka yang tidak selesai hanya dengan permintaan maaf.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX/TT Soroti Posisi Strategis Bengkalis dan Ancaman Karhutla


Duta Nusantara Merdeka | Bengkalis 
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP menegaskan Kabupaten Bengkalis memegang posisi strategis karena berada di jalur Selat Malaka, salah satu lintasan perdagangan internasional paling vital di kawasan Asia Tenggara.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri ramah tamah bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan jajaran Forkopimda di Wisma Sri Mahkota, Senggoro, Senin malam (27/04/2026). Kegiatan itu juga dihadiri Danrem 031/WB Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Bupati Bengkalis Kasmarni, serta sejumlah pejabat strategis daerah.

Posisi Bengkalis Tak Bisa Dipandang Biasa

Bagi daerah pesisir seperti Bengkalis, stabilitas bukan sekadar urusan keamanan. Ia berkaitan langsung dengan arus perdagangan, investasi, hingga rasa aman masyarakat sehari-hari.

Saya pernah mendengar seorang nelayan di pesisir Riau berkata, “Kalau laut tenang, dapur juga ikut tenang.” Kalimat sederhana itu menjelaskan betapa pentingnya stabilitas wilayah bagi kehidupan warga.

Mayjen Agus Hadi menilai letak Bengkalis di jalur Selat Malaka membuat daerah ini harus memiliki kesiapsiagaan tinggi, terutama di tengah dinamika global yang terus berubah.

Menurut dia, komunikasi dan koordinasi antarlembaga menjadi fondasi utama agar pembangunan daerah berjalan sejalan dengan kepentingan pertahanan wilayah.

“Sinergi yang kuat harus diwujudkan dalam langkah nyata untuk menjaga stabilitas sekaligus memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati Bengkalis Kasmarni juga menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan lintas sektor. Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan TNI, Polri, dan seluruh unsur Forkopimda.

Antisipasi Karhutla Jadi Sorotan Serius

Selain isu strategis wilayah, Pangdam XIX/TT juga memberi perhatian khusus pada ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang hampir selalu menjadi alarm tahunan di wilayah Sumatra.

Ia mengingatkan bahwa pencegahan dini jauh lebih penting daripada penanganan saat api sudah membesar.

Langkah antisipatif itu, menurutnya, harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta penguatan deteksi awal di lapangan.

Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan, karhutla bukan hanya soal asap. Dampaknya menjalar ke kesehatan warga, aktivitas sekolah, hingga roda ekonomi lokal.

Karena itu, pendekatan bersama menjadi keharusan, bukan pilihan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata dan sesi ramah tamah yang berlangsung hangat. Suasana akrab antara jajaran TNI dan pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa stabilitas wilayah memang dibangun dari hubungan yang solid, bukan hanya rapat formal.

Di Bengkalis, pesan itu terasa jelas: menjaga daerah strategis membutuhkan kerja bersama yang nyata.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Olahraga Pria Usia 50 agar Stamina Tetap Prima, Ini 3 Latihan Sederhana


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Memasuki usia 50 tahun, banyak pria mulai merasakan perubahan fisik yang nyata. Tubuh lebih cepat lelah, napas terasa pendek, stamina menurun, hingga vitalitas yang tak lagi seperti dulu. Kondisi ini kerap dianggap wajar karena faktor usia, padahal masih bisa diperbaiki.

Pakar kesehatan menilai olahraga pria usia 50 agar stamina tetap prima tidak harus dilakukan dengan latihan berat atau alat mahal. Cukup dengan aktivitas fisik ringan yang konsisten, fungsi tubuh dan sirkulasi darah dapat kembali optimal.

Jalan Cepat Jadi Latihan Paling Aman

Salah satu olahraga paling mudah dilakukan adalah jalan cepat atau brisk walking. Aktivitas ini dinilai efektif membantu melancarkan aliran darah dan menjaga kesehatan jantung, terutama bagi pria usia 50 tahun ke atas.

Studi dari Harvard menyebut jalan cepat selama 30 menit setiap hari dapat membantu meningkatkan fungsi endotel pembuluh darah hingga 40 persen. Fungsi ini penting karena pembuluh darah yang sehat berperan besar dalam menjaga stamina dan vitalitas tubuh.

Saya pernah mendengar keluhan dari seorang ayah di lingkungan rumah yang berkata, “Sekarang naik tangga dua lantai saja sudah terasa berat.” Setelah rutin jalan pagi selama beberapa pekan, ia mengaku tubuhnya lebih ringan dan tidur lebih nyenyak.

Selain aman untuk sendi, jalan cepat juga mudah dilakukan tanpa biaya tambahan. Sepasang sepatu yang nyaman sudah cukup untuk memulai.

Push-Up hingga Glute Bridge Bantu Vitalitas

Latihan berikutnya adalah bodyweight strength seperti push-up, squat, dan plank. Gerakan ini membantu menjaga massa otot, melatih jantung, serta memperbaiki distribusi oksigen ke seluruh tubuh.

Dalam European Journal of Applied Physiology, latihan kekuatan ringan selama 12 minggu disebut mampu meningkatkan aliran darah perifer dan membantu menurunkan tekanan darah.

Selain itu, glute bridge dan hip thrust juga penting untuk menjaga area panggul dan punggung bawah. Latihan ini sering dianggap sepele, padahal sangat membantu postur tubuh dan mendukung sirkulasi darah di bagian bawah tubuh.

Rutinitas sederhana seperti jalan cepat, latihan kekuatan ringan, tidur cukup, dan konsumsi sayuran kaya nitrat alami seperti bayam serta seledri dapat memberi perubahan nyata dalam dua hingga empat minggu.

Usia 50 bukan alasan untuk berhenti aktif. Justru di fase ini, menjaga tubuh menjadi investasi paling penting agar tetap produktif, sehat, dan bugar dalam jangka panjang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Tujuh Taktik Negosiasi Kotor yang Sering Menjebak Korban


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Taktik negosiasi kotor kerap muncul dalam bisnis, kerja sama proyek, hingga urusan pekerjaan sehari-hari. Modusnya sering terlihat halus, bahkan terasa seperti komunikasi yang ramah dan profesional.

Namun di balik kesan nyaman itu, ada jebakan yang bisa membuat satu pihak kehilangan posisi tawar, terpaksa menyetujui syarat berat, bahkan menanggung risiko sendirian setelah kesepakatan berjalan.

Saya pernah mendengar seorang pelaku usaha kecil bercerita, ia merasa “menang” saat awal kerja sama karena semua permintaannya disetujui. Dua minggu kemudian, klausul tambahan muncul satu per satu. Saat itu, mundur terasa jauh lebih mahal.

Di situlah negosiasi kotor bekerja: bukan menyerang di awal, tetapi perlahan membuat korban merasa tidak punya pilihan.

Tujuh Taktik Negosiasi Kotor yang Sering Dipakai

1. Good News Dulu, Trap Belakangan

Di awal, lawan negosiasi tampil sangat menyenangkan. Mereka banyak setuju dan memberi kesan bahwa Anda sedang menang.

Tujuannya sederhana: membangun rasa aman. Setelah kepercayaan tumbuh, syarat penting dimasukkan perlahan tanpa banyak perlawanan.

Jika negosiasi terasa terlalu mulus sejak awal, justru itu saat yang perlu diwaspadai.

2. False Urgency atau Tekanan Waktu Palsu

Kalimat seperti “harus deal hari ini” atau “besok sudah ada pihak lain” sering dipakai untuk menekan keputusan.

Padahal, belum tentu ancaman itu nyata. Tekanan waktu palsu sengaja dibuat agar Anda berhenti berpikir kritis.

Negosiasi sehat memberi ruang pertimbangan, bukan memaksa keputusan terburu-buru.

3. Informasi Tidak Simetris

Pihak lain sering mengetahui lebih banyak tentang transaksi, tetapi tampil seolah sangat terbuka.

Anda merasa sudah diberi semua informasi, padahal bagian paling penting justru disimpan rapat.

Karena itu, jangan hanya mendengar yang disampaikan. Periksa juga apa yang sengaja tidak dibicarakan.

4. Klausul Abu-Abu

Bahasa kontrak dibuat samar dan multitafsir. Saat dibaca, terlihat aman. Saat masalah muncul, tafsir mereka yang berlaku.

Kalau isi perjanjian membuat Anda harus menebak-nebak maksudnya, itu bukan detail kecil. Itu alarm.

Saat Emosi Mengambil Alih, Risiko Membesar

5. Emotional Hooking

Negosiator memainkan emosi: takut kehilangan peluang, ingin cepat sukses, atau ambisi untuk segera naik level.

Akibatnya, fokus bergeser dari proses ke hasil akhir. Padahal keputusan besar seharusnya lahir dari logika yang dingin.

Semakin terlalu bersemangat, semakin besar kemungkinan Anda sedang diarahkan.

6. Small Yes, Big Commitment

Semuanya dimulai dari persetujuan kecil: setuju meeting, revisi ringan, atau perubahan minor.

Tanpa sadar, rangkaian “iya” kecil itu berubah menjadi komitmen besar yang sulit dibatalkan.

Banyak orang kalah bukan karena satu keputusan besar, tetapi karena akumulasi persetujuan kecil.

7. Disappearing Act

Semua terlihat lancar sampai risiko mulai muncul. Setelah itu, pihak lawan menghilang.

Kontak sulit dihubungi, tanggung jawab kabur, dan Anda ditinggal menghadapi masalah sendirian.

Negosiasi bukan soal deal selesai, tetapi siapa yang tetap hadir setelah kesepakatan berjalan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Tujuh Tanda Serangan Jantung yang Bisa Muncul Sebulan Sebelumnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Serangan jantung sering dianggap datang mendadak tanpa peringatan. Padahal, dalam banyak kasus, tubuh sudah lebih dulu mengirim sinyal sejak beberapa minggu sebelumnya, bahkan hingga sebulan sebelum serangan terjadi.

Masalahnya, banyak orang menganggap gejala awal itu hanya keluhan ringan seperti masuk angin, maag, atau sekadar kelelahan biasa. Akibatnya, penanganan terlambat dan risiko justru membesar.

Saya pernah mendengar cerita seorang tetangga yang mengira sesak napas dan cepat lelah hanya karena usia bertambah. Ia tetap memaksakan aktivitas harian. Seminggu kemudian, ia harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung mendadak.

Kasus seperti itu bukan hal langka. Justru sering terjadi karena tanda awal terlihat terlalu “biasa” untuk dianggap serius.

Tujuh Tanda Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

1. Cepat Lelah

Dulu kuat beraktivitas, kini naik tangga sedikit saja sudah terasa berat. Ini bisa menjadi sinyal bahwa jantung mulai tidak bekerja optimal.

Jika rasa lelah itu berbeda dari biasanya, jangan langsung menganggapnya hanya faktor usia atau kurang istirahat.

2. Napas Menjadi Pendek

Aktivitas ringan seperti berjalan santai atau membereskan rumah tiba-tiba membuat napas terasa pendek dan tidak lega.

Kondisi ini bisa menandakan suplai oksigen terganggu karena fungsi jantung mulai menurun.

3. Dada Tidak Nyaman

Tidak selalu berupa nyeri tajam. Kadang rasanya seperti dada tertekan, penuh, atau seperti tertindih sesuatu.

Jika keluhan ini muncul berulang, terutama saat beraktivitas, itu patut menjadi perhatian serius.

4. Nyeri Menjalar

Rasa tidak nyaman dari dada bisa menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.

Banyak orang mengira ini hanya pegal biasa, padahal bisa menjadi alarm penting dari jantung.

Gejala Tambahan yang Sering Disalahartikan

5. Keringat Dingin

Tubuh tiba-tiba berkeringat dingin tanpa cuaca panas atau aktivitas berat bisa menjadi tanda tubuh sedang dalam mode darurat.

Apalagi jika disertai dada tidak nyaman atau sesak napas, jangan menunda pemeriksaan.

6. Mual dan Perut Tidak Nyaman

Kadang gejalanya mirip maag atau masuk angin. Perut terasa tidak enak, mual, bahkan ingin muntah.

Karena letak saraf yang saling berkaitan, sinyal dari jantung bisa terasa seperti gangguan pencernaan.

7. Tidur Berantakan

Sering terbangun tengah malam, gelisah, atau merasa tubuh tidak benar-benar beristirahat juga bisa menjadi tanda awal.

Banyak orang menyalahkannya pada stres, padahal tubuh sedang memberi sinyal bahwa ada yang tidak beres.

Yang paling berbahaya bukan karena tanda itu tidak ada, tetapi karena kita memilih mengabaikannya.

Jika mulai merasakan beberapa gejala ini, jangan panik. Namun, jangan menunda konsultasi medis agar risiko serangan jantung bisa ditekan lebih awal.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Kemenimipas Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang 
Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 menjadi titik penting bagi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk memperluas peran lembaga pemasyarakatan melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga.

Dalam acara yang digelar di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Senin (27/04/2026), Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memimpin langsung penandatanganan sejumlah nota kesepahaman strategis. Fokusnya jelas: pemasyarakatan tidak lagi hanya soal pembinaan di balik tembok penjara, tetapi juga soal pemberdayaan sosial dan ekonomi.

Ada satu hal yang sering luput dari perhatian publik. Banyak orang masih melihat lapas hanya sebagai tempat hukuman selesai dijalani. Padahal, di balik pagar tinggi itu, ada pekerjaan panjang untuk memastikan warga binaan bisa kembali ke masyarakat dengan lebih siap.

Agus menegaskan, perubahan itu membutuhkan dukungan banyak pihak, bukan kerja satu institusi semata.

“Inilah wajah baru pemasyarakatan kita, bukan hanya mengurung tapi membangun, bukan hanya menekan tapi memberdayakan. Langkah mulia ini hanya dapat kita wujudkan melalui kerja keras, komitmen dari seluruh insan Pemasyarakatan, dan tentunya kolaborasi lintas sektoral,” ujar Agus.

Sinergi Strategis di Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Dalam peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Kemenimipas meneken sejumlah kerja sama penting dengan berbagai kementerian dan lembaga negara.

Salah satunya adalah nota kesepahaman dengan Kementerian Koperasi mengenai sinergi pemberdayaan, pembinaan, dan penguatan ekonomi berbasis koperasi di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.

Kerja sama juga dilakukan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk memperkuat sinergi tugas dan fungsi di bidang agraria, pertanahan, serta tata ruang.

Selain itu, Kemenimipas menandatangani MoU dengan Kementerian Kesehatan terkait pelaksanaan tugas di bidang imigrasi, pemasyarakatan, dan layanan kesehatan.

Dukungan terhadap layanan kesehatan warga binaan juga diperkuat lewat kerja sama dengan BPJS Kesehatan, khususnya dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional.

Pemerintah Provinsi Bali turut masuk dalam kolaborasi ini, bersama Kabupaten Badung, untuk optimalisasi pelaksanaan tugas imigrasi dan pemasyarakatan di daerah.

Integritas Jadi Penentu Utama

Tak hanya soal kerja sama besar, Agus mengingatkan bahwa fondasi utama tetap berada pada integritas aparatur.

Menurut dia, sehebat apa pun program yang dirancang, semuanya akan runtuh jika tidak ditopang profesionalitas dan akuntabilitas.

“Kesepakatan-kesepakatan besar ini adalah modalitas yang luar biasa bagi institusi kita. Namun saudara-saudara, saya tetap harus mengingatkan sehebat apapun kolaborasi yang kita gali dan sebesar apapun program yang kita rancang, semua tidak akan berarti apa apa jika tidak dilandasi oleh pondasi yang bernama integritas,” ujarnya.

Pernyataan itu terasa relevan. Dalam banyak kasus birokrasi, masalah sering kali bukan pada kurangnya program, melainkan lemahnya konsistensi pelaksanaan di lapangan.

Melalui pendekatan kolaboratif ini, Kemenimipas ingin menegaskan transformasinya sebagai institusi yang bukan hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi pembangunan nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Sabotase Siber Iran Jadi Alarm, RUU KKS Harus Dipercepat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dugaan sabotase siber terhadap infrastruktur internet Iran menjadi peringatan serius bagi Indonesia. Serangan yang disorot CNN Indonesia pada Minggu, 26 April 2026 itu dinilai menunjukkan bahwa perang digital kini bukan lagi gangguan teknis biasa, melainkan instrumen geopolitik yang bisa melumpuhkan negara.

Direktur The Indonesia Intelligence Institute, Ridlwan Habib, menilai pola serangan seperti backdoor dan botnet dapat tertanam sejak rantai pasok perangkat jaringan. Risiko serupa, kata dia, sangat mungkin terjadi di Indonesia yang masih bergantung pada Produk dengan Elemen Digital (PDED) impor.

Modus Senyap, Ancaman Besar

Saya pernah berbincang dengan seorang praktisi keamanan jaringan yang berkata sederhana: “Kadang ancaman paling berbahaya justru yang tidak berbunyi.” Kalimat itu terasa relevan ketika melihat kasus Iran.

Ridlwan Habib menjelaskan, serangan bisa disisipkan melalui perangkat jaringan sejak awal distribusi, lalu diaktifkan pada saat paling kritis.

Kerentanan ini menjadi alarm karena Indonesia masih memakai banyak perangkat impor yang belum sepenuhnya lolos audit keamanan nasional.

Ia menegaskan, audit menyeluruh dan deteksi anomali wajib dilakukan sebelum ancaman berubah menjadi krisis nasional.

Menanggapi hal itu, Ir. Soegiharto Santoso, SH (Hoky), Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS serta Sekretaris Jenderal PERATIN, menyebut insiden Iran sebagai wake-up call nyata.

“Apa yang terjadi di Iran benar merupakan wake-up call bagi kita semua. Ketergantungan terhadap perangkat impor tanpa pengawasan dan audit yang memadai dapat membuka celah serius terhadap keamanan nasional. Ini bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut kedaulatan digital bangsa,” tegas Hoky.

RUU KKS Jadi Fondasi Pertahanan Siber Nasional

Ancaman siber kini tak lagi berhenti pada phishing atau ransomware. Serangan berbasis kecerdasan artifisial mulai menyasar Infrastruktur Informasi Kritikal (IIK).

Sektor energi, transportasi, telekomunikasi, kesehatan, hingga sistem keuangan menjadi target utama karena menyangkut hajat hidup masyarakat.

Gangguan pada sektor ini bisa memicu efek berantai terhadap stabilitas nasional. Karena itu, urgensi RUU KKS untuk keamanan siber nasional semakin sulit ditunda.

“Tanpa landasan hukum yang kuat, akselerasi ekonomi digital Indonesia akan terus dibayangi risiko asimetris yang besar. Kehadiran RUU KKS adalah kebutuhan strategis yang tidak bisa ditawar,” ujar Hoky.

RUU Keamanan dan Ketahanan Siber diproyeksikan melindungi transaksi digital masyarakat, memperkuat IIK, menumbuhkan kepercayaan investor, serta mendorong standar keamanan nasional bagi PDED.

Pemerintah telah mengirimkan Surpres ke DPR RI. APKOMINDO, APTIKNAS, dan PERATIN menyambut langkah itu sebagai prioritas nasional.

Dari Reaktif ke Antisipatif

Indonesia, kata Hoky, harus berhenti hanya bereaksi setelah serangan terjadi.

Langkah yang dibutuhkan adalah audit keamanan menyeluruh, penguatan deteksi dini, sinergi antar-lembaga seperti BSSN, Komdigi, BIN, TNI, dan aparat hukum, serta pengembangan teknologi dalam negeri.

“RUU KKS akan menjadi perisai utama dalam memastikan bahwa kedaulatan digital Indonesia tidak dapat disandera oleh dinamika global,” kata Hoky.

Di tengah transformasi digital yang terus melaju, regulasi ini bukan sekadar dokumen hukum. Ia adalah pagar pertama agar ruang digital Indonesia tetap aman dan berdaulat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Baru Tiga Hari Menikah, Istri Kabur Karena Gaji Suami Rp3,9 Juta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pernikahan yang baru seumur jagung antara Duong Gia Minh dan Truong Le justru berujung pahit. Baru tiga hari setelah resmi menikah, sang istri memilih meninggalkan rumah setelah mengetahui penghasilan suaminya hanya 1.800 Yuan atau sekitar Rp3,9 juta per bulan.

Kisah ini menjadi sorotan publik karena pasangan tersebut sebenarnya sudah menjalin hubungan selama tiga tahun. Namun, keduanya ternyata belum benar-benar saling mengenal, bahkan hanya empat kali bertemu sebelum akhirnya memutuskan menikah.

Pernikahan Cepat karena Desakan Keluarga

Duong Gia Minh dan Truong Le sepakat menikah bukan semata karena hubungan yang matang, melainkan karena tekanan keluarga. Truong Le disebut mulai didesak untuk segera memiliki pasangan hidup.

Situasi serupa juga dialami Duong. Ia merasa mereka bisa langsung membangun rumah tangga meski cinta belum sepenuhnya tumbuh. Dalam banyak kasus, keputusan seperti ini memang sering terlihat sederhana di awal, tetapi rumit saat dijalani.

Saya pernah mendengar cerita serupa dari seorang teman lama. Ia bilang, urusan menikah sering kali bukan soal pesta atau foto prewedding, melainkan soal kesiapan menghadapi kenyataan setelah tamu pulang.

Truong Le akhirnya setuju. Pernikahan pun berlangsung, tetapi masalah justru muncul pada malam pertama.

Penghasilan Jadi Titik Balik Rumah Tangga

Pada malam pernikahan, Truong Le baru menanyakan berapa penghasilan suaminya. Pertanyaan yang seharusnya dibicarakan jauh sebelum akad itu justru muncul saat semuanya sudah terlambat.
Duong mengaku sempat ragu menjawab. Namun akhirnya ia berkata jujur.

“Aku adalah pekerja musiman di perusahaan, gajiku 1.800 Yuan (Rp3,9 juta) sebulan,” katanya.

Jawaban itu membuat istrinya terkejut. Ia tidak menyangka penghasilan suaminya jauh di bawah ekspektasi. Malam itu, Truong Le menolak melayani suaminya dengan alasan sedang tidak enak badan.

Tiga hari kemudian, ia mulai mengemas barang-barangnya. Awalnya, ia mengaku hanya ingin pulang menemui orang tuanya. Namun, ia tak pernah kembali.

Rumah Jadi Syarat untuk Bertahan

Duong terus membujuk istrinya agar pulang. Sebulan berlalu, ia meminta agar mereka tidak terus hidup terpisah. Namun jawaban yang diterimanya justru lebih menyakitkan.
“Kamu bahkan tidak bisa membelikanku rumah. Di mana aku akan tinggal?” kata Truong.

Kalimat itu menjadi titik sadar bagi Duong. Ia mulai berpikir untuk memiliki rumah demi mempertahankan pernikahan mereka.

Ia bahkan memutuskan tinggal di rumah keluarga mertuanya. Namun upaya itu tak berhasil. Sang istri kembali pergi dan memilih tinggal di rumah pamannya.

Situasi itu terus berlangsung hingga setahun kemudian. Pernikahan yang dibangun dengan tergesa akhirnya berjalan tanpa arah.

Kadang, masalah rumah tangga bukan datang dari kurangnya cinta, melainkan dari percakapan penting yang terlambat dilakukan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Daycare Little Aresha Jogja Digerebek, Dugaan Kekerasan Anak Diusut Polisi

Duta Nusantara Merdeka | Yogyakarta 
Tempat penitipan anak semestinya menjadi ruang paling aman setelah rumah. Namun di Daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kepercayaan itu justru retak.

Pada Jumat sore, 24 April 2026, aparat kepolisian menggerebek daycare tersebut setelah muncul dugaan penganiayaan terhadap balita yang dititipkan di sana. Garis polisi dipasang. Sejumlah pengelola, termasuk pengurus dan pengasuh, dibawa untuk dimintai keterangan.

Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Namun bagi para orang tua, luka kepercayaan itu sudah telanjur terbuka.

Menitipkan anak ke daycare bukan sekadar urusan administrasi harian. Itu soal menyerahkan rasa aman kepada orang lain. Banyak orang tua berangkat kerja setiap pagi dengan satu harapan sederhana: anak mereka pulang dalam keadaan baik.

Karena itu, ketika kabar penggerebekan menyebar, kepanikan datang lebih cepat daripada penjelasan resmi.

Noorman, salah satu orang tua sekaligus saksi, mengaku pertama kali mengetahui kabar itu dari rekan istrinya yang juga menitipkan anak di tempat yang sama.

“Sekitar jam 2 siang ke atas, istri saya dihubungi rekannya yang sama-sama penitipan anak di sana, menginfokan bahwa ada penggerebekan,” kata Noorman.

Setelah menerima informasi itu, istrinya langsung menjemput anak mereka. Saat Noorman tiba pada sore hari, lokasi sudah dipenuhi orang tua dan polisi.

Ia bahkan mengaku sempat diperlihatkan video oleh pihak kepolisian saat proses penggerebekan berlangsung.

“Ternyata anak-anak itu diperlakukan tidak manusiawi selama dititipkan di sana,” ujarnya.

Pernyataan itu menjadi titik paling mengganggu dalam kasus ini. Sebab kekerasan terhadap anak sering kali tidak datang dalam bentuk yang langsung terlihat. Ia bersembunyi di balik rutinitas, senyum pengasuh, dan asumsi orang tua bahwa semua baik-baik saja.

Aldewa, orang tua lain asal Mergangsan, mengaku anaknya yang berusia tiga tahun sudah lebih dari enam bulan dititipkan di daycare tersebut.

Sekitar sepekan lalu, ia melihat lebam di lutut kanan anaknya. Saat itu ia mengira sang anak hanya terjatuh saat bermain.

“Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Saya kira biasa, anak kecil memang kadang takut,” katanya.

Kalimat itu terdengar biasa, bahkan lazim dalam kehidupan orang tua. Tetapi dalam banyak kasus kekerasan pada anak, tanda-tanda awal memang sering dianggap normal: tangisan saat berangkat, perubahan perilaku, tubuh yang mendadak mudah memar.

Yang paling menyayat datang dari pengakuan Sri, warga Kotagede. Ia mengatakan cucunya yang berusia empat tahun pernah bercerita dikunci di kamar mandi oleh pengasuh.

“Terus dia katanya dimasukkan ke kamar mandi, dikunci di kamar mandi,” ujar Sri.

Ia juga pernah melihat pipi cucunya memerah saat dijemput. Namun sang cucu enggan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Kalau ketemu baik sekali, tidak kelihatan ada apa-apa. Tapi ya saya kesel sekali kalau itu benar,” katanya.

Di sinilah persoalan menjadi lebih besar dari sekadar satu daycare. Ini menyentuh lemahnya pengawasan terhadap lembaga penitipan anak yang tumbuh cepat di tengah kebutuhan keluarga urban.

Daycare bukan sekadar bisnis jasa. Ia adalah ruang pengasuhan. Dan ketika ruang itu gagal menjaga martabat anak, maka yang runtuh bukan hanya reputasi satu tempat, tetapi kepercayaan publik secara keseluruhan.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, membenarkan penggerebekan tersebut.

“Benar, Satuan Reserse Polresta Jogja tadi sore baru saja melakukan penggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo,” katanya.

Menurut Adrian, polisi menduga ada oknum pengelola daycare yang melakukan perlakuan salah, penelantaran, hingga kekerasan terhadap anak.

Frasa “oknum” memang sering dipakai dalam setiap kasus serupa. Namun publik berhak menuntut lebih dari sekadar istilah itu. Sebab jika pengawasan internal lemah, jika prosedur perlindungan anak tidak berjalan, maka masalahnya bukan hanya pada satu orang, melainkan pada sistem yang membiarkan itu terjadi.

Hari ini para orang tua menunggu satu hal: kejelasan.

Mereka tidak hanya ingin pelaku diproses hukum, tetapi juga memastikan ruang aman bagi anak tidak berubah menjadi tempat paling menakutkan.

Sebab bagi orang tua, meninggalkan anak di daycare seharusnya tidak pernah menjadi keputusan yang harus disertai rasa curiga.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

APTIKNAS Dorong Perusahaan TIK Go Public Lewat Workshop BEI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) dan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO) bersama Bursa Efek Indonesia menggelar workshop go public untuk mendorong perusahaan TIK masuk pasar modal.

Kegiatan bertajuk “Go Big with Go Public: From Technology Excellence to Public Markets” itu berlangsung di Main Hall BEI Jakarta, Rabu (15/04/2026), dan diikuti sekitar 100 anggota APTIKNAS serta APKOMINDO.

Di tengah geliat ekonomi digital, banyak perusahaan teknologi tumbuh cepat, tetapi sering tersendat saat bicara tata kelola. Produk bagus belum tentu siap masuk bursa.

Saya pernah berbincang dengan pelaku startup yang mengaku lebih pusing mengurus audit dibanding mencari pelanggan baru. Di situlah tantangan sebenarnya dimulai.

Ketua Umum APTIKNAS sekaligus APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. atau Hoky, menegaskan bahwa go public bukan sekadar mencari pendanaan.

“Go public adalah lompatan strategis dari keunggulan teknologi menuju kredibilitas global. Ini bukan hanya tentang memperoleh pendanaan, tetapi juga tentang membangun tata kelola yang baik,” ujar Hoky.

Bursa Efek Indonesia Nilai Sektor Teknologi Siap IPO

Wakil Direktur Bursa Efek Indonesia, Listyorini Dian Pratiwi, mengatakan sektor teknologi menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan pasar modal Indonesia ke depan.

Menurut dia, banyak perusahaan TIK lokal sebenarnya sudah layak melantai di bursa, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam proses menuju IPO.

“Perusahaan teknologi memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pasar modal. BEI berkomitmen mendampingi perusahaan dalam setiap tahapan,” kata Listyorini.

Yan Hendrick Simorangkir dari Bursa Efek Indonesia menambahkan, tantangan terbesar sering muncul pada aspek administrasi dan pelaporan keuangan.

Banyak perusahaan unggul dari sisi produk, namun belum siap dalam transparansi dan akuntabilitas yang menjadi syarat utama perusahaan terbuka.

Enam Agenda Strategis APTIKNAS 2026 Jadi Penguat

Selain workshop IPO, APTIKNAS juga memaparkan enam agenda strategis nasional 2026 yang sebelumnya telah disampaikan kepada Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

Agenda itu mencakup National Cybersecurity Connect 2026, ASOCIO Digital AI Summit 2026, Indonesia Game Experience, Warkop Digital, Roadshow Teknologi 10 Kota, dan Mall APTIKNAS.

Hoky menilai transformasi digital Indonesia tidak boleh berjalan setengah-setengah. Talenta, keamanan siber, teknologi, hingga akses pasar harus bergerak bersamaan.

“Digitalisasi membuka peluang ekonomi yang sangat besar, namun juga menghadirkan risiko seperti serangan siber dan kejahatan digital,” ujarnya.

Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Dannacher, yang telah membawa perusahaannya go public, mengatakan perubahan budaya organisasi menjadi tantangan terbesar.

Namun manfaatnya jauh lebih besar, mulai dari akses pendanaan yang luas hingga meningkatnya kredibilitas perusahaan di mata investor.

Lewat sinergi APTIKNAS, APKOMINDO, dan Bursa Efek Indonesia, perusahaan TIK Indonesia didorong tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sebagai pemain global yang kompetitif.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Camping Kebangsaan Mahasiswa Riau Soroti Karhutla dan Narkoba


Duta Nusantara Merdeka | Kampar
Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Riau kembali digerakkan lewat jalur mahasiswa. Tumbuh Institute menggelar Camping Kebangsaan Mahasiswa Riau di kawasan Rimbang Baling pada 25–26 April 2026.

Sekitar 150 mahasiswa dari BEM dan organisasi Cipayung Plus se-Provinsi Riau hadir dalam kegiatan bertema “Bersama Wujudkan Green Policing, Green Generation, dan Cegah Karhutla”.

Bagi warga Riau, karhutla bukan sekadar berita musiman. Banyak orang masih ingat pekatnya asap yang membuat sekolah diliburkan dan anak-anak memakai masker bahkan sebelum pandemi datang.

Karena itu, isu karhutla selalu terasa personal. Bukan hanya soal hutan terbakar, tapi juga soal napas, ekonomi, dan masa depan daerah.

Head of Tumbuh Foundation, Azairus Adlu, mengatakan forum ini sengaja dibuat sebagai ruang diskusi yang jujur dan reflektif antara mahasiswa, aparat, dan masyarakat sipil.

“Karhutla bukan hanya soal lingkungan, ini soal kesehatan, ekonomi, dan kepercayaan publik terhadap tata kelola negara. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang di mana semua pihak bisa duduk bersama,” ujar Azairus.

Karhutla dan Narkoba Dinilai Berasal dari Akar yang Sama

Azairus menilai ancaman besar bagi masa depan Riau bukan hanya karhutla, tetapi juga narkoba yang merusak generasi muda dari dalam.

“Narkoba menghancurkan manusia, karhutla menghancurkan ruang hidup manusia. Keduanya lahir dari akar yang sama, yaitu keserakahan dan pembiaran,” katanya.

Menurut dia, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan karena punya daya kritis, pengaruh sosial, dan akses pengetahuan yang luas.

Karena itu, keterlibatan mahasiswa tidak bisa lagi sekadar musiman. Gerakan pencegahan karhutla dan pemberantasan narkoba harus dibangun secara terorganisir dan berkelanjutan.

Kapolda Riau Ingatkan Siklus Karhutla Besar

Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu malam melalui api unggun kebangsaan yang menghadirkan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, dan aktivis HAM Hurriah.

Kapolda Riau mengingatkan daerah itu berpotensi menghadapi siklus karhutla besar seperti yang pernah terjadi pada 1997. Karena itu, kesiapan semua pihak menjadi hal mendesak.

“Masalah seperti karhutla dan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah atau kepolisian. Harus ada kolaborasi, mulai dari hulu melalui edukasi hingga hilir melalui penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota kepolisian yang terlibat jaringan narkoba.

Sementara itu, Rocky Gerung menyebut karhutla sebagai bagian dari krisis ekologis global. Menurut dia, persoalan lingkungan tak bisa lagi dilihat secara sempit.

“Kita tidak sedang hanya membicarakan Riau atau Indonesia, tetapi masa depan bumi. Bumi ini satu-satunya kapal yang kita miliki,” ujarnya.

Hurriah menambahkan, karhutla juga merupakan persoalan hak asasi manusia karena berkaitan langsung dengan hak masyarakat atas udara bersih dan lingkungan sehat.

Ia meminta mahasiswa memperkuat gerakan lewat riset dan advokasi kebijakan. “Tanpa data, gerakan akan mudah dipatahkan,” katanya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Panglima TNI Hadiri Silaturahmi Purnawirawan, Fokus Kedaulatan RI


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri acara Silaturahmi Purnawirawan TNI yang dipimpin Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta Pusat, Jumat (24/04/2026).

Dalam forum itu, hadir pula Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, serta Kasau Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di tengah dinamika geopolitik yang makin rumit, ruang dialog antara TNI aktif dan para purnawirawan menjadi penting untuk menjaga arah pertahanan nasional tetap konsisten.

Saya pernah mendengar seorang purnawirawan mengatakan, ancaman negara sering kali datang bukan saat perang terlihat jelas, tetapi ketika kewaspadaan mulai longgar. Kalimat itu terasa relevan dalam forum seperti ini.

Karena itu, kehadiran para sesepuh TNI dari berbagai matra dipandang sebagai upaya menjaga kesinambungan pemikiran strategis, bukan sekadar nostalgia institusi.

Menhan Sjafrie Tekankan Strategi Defensif Aktif

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia tetap berlandaskan konstitusi dan kepentingan nasional.

Menurut dia, strategi yang dijalankan adalah defensif aktif, yakni menjaga kedaulatan negara tanpa mengabaikan stabilitas kawasan regional.

Pendekatan ini dinilai penting karena Indonesia berada di tengah dinamika global yang cepat berubah, mulai dari ketegangan geopolitik hingga ancaman nonmiliter yang semakin kompleks.

Dalam forum tersebut, berbagai masukan dari para purnawirawan TNI juga menjadi perhatian serius pemerintah.

Masukan itu disebut sebagai bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan pertahanan ke depan agar tetap adaptif terhadap tantangan zaman.

Sinergi TNI Aktif dan Purnawirawan Dinilai Krusial

Hubungan antara TNI aktif dan purnawirawan selalu memiliki dimensi yang khas. Ada pengalaman lapangan, memori sejarah, dan pembelajaran panjang yang tidak selalu tertulis di dokumen resmi.

Itulah sebabnya forum silaturahmi seperti ini sering menjadi ruang penting untuk membaca situasi dari perspektif yang lebih luas.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama jajaran kepala staf matra menunjukkan bahwa komunikasi lintas generasi tetap menjadi prioritas.

Tujuannya sederhana, tetapi mendasar: menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap terbangun komunikasi yang harmonis serta sinergi yang semakin kuat antara TNI aktif dan purnawirawan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional ke depan.

Di tengah perubahan dunia yang serba cepat, pertahanan negara memang tidak hanya soal alutsista, tetapi juga soal kesinambungan cara berpikir dan keteguhan menjaga republik.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Pemindahan Warga Binaan High Risk ke Nusakambangan Tembus 2.554 Orang


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan kembali memindahkan 263 warga binaan kategori high risk ke Nusakambangan sebagai bagian dari upaya pembersihan lapas dan rumah tahanan dari peredaran narkoba.

Pemindahan itu melibatkan warga binaan dari enam provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, dan Jakarta. Mereka tiba di sejumlah lapas Nusakambangan pada Rabu malam, 23 April, sekitar pukul 21.50 WIB.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menegaskan langkah ini menjadi bagian serius dari kebijakan zero narkoba dan HP yang terus didorong Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

“Kami tegaskan kembali, tidak boleh ada ruang atau celah sedikit pun untuk narkoba. Kami cegah dan tangkal; apabila ditemukan, pasti kami berantas,” ujar Mashudi di Jakarta, Rabu (23/04/2026).

Bagi petugas lapas, urusan narkoba memang bukan cerita baru. Seorang petugas senior pernah bercerita, telepon genggam kecil yang lolos masuk bisa menjadi pintu bagi jaringan besar di luar tembok penjara. Dari sana, peredaran bisa hidup lagi.

Karena itu, pemindahan napi high risk ke Nusakambangan dipilih sebagai langkah tegas sekaligus pencegahan.

Nusakambangan Jadi Titik Pengamanan Maksimum

Mashudi menyebutkan total warga binaan high risk yang sudah dipindahkan ke Nusakambangan kini mencapai 2.554 orang.

Menurut dia, pemindahan ini bukan semata tindakan represif, tetapi juga langkah rehabilitatif agar lapas dan rutan tidak menjadi pusat penyebaran perilaku melanggar hukum.

“Pemindahan ini dilakukan agar lapas dan rutan seoptimal mungkin terlindungi dari penyebaran perilaku melanggar. Salah satu fokus utama kami adalah memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” katanya.

Sebagian warga binaan yang dipindahkan memang terkait kasus narkoba. Namun, ada pula yang masuk kategori high risk karena pelanggaran keamanan dan ketertiban lain di dalam lapas.

“Intinya, semua perilaku yang mengganggu keamanan dan ketertiban dalam kategori high risk, salah satu tindakan tegas yang kami ambil adalah pemindahan ke Nusakambangan,” ujar Mashudi.

Evaluasi Enam Bulan dan Peluang Turun Risiko

Riau menjadi daerah dengan jumlah warga binaan terbanyak yang dipindahkan, yakni 103 orang. Disusul Jakarta 45 orang, Sumatera Utara 44 orang, Jambi 42 orang, Lampung 18 orang, dan Sumatera Selatan 11 orang.

Setelah tiba, mereka akan ditempatkan dalam sistem pengamanan maksimum hingga super maksimum sesuai prosedur operasional standar.

Namun Nusakambangan, kata Mashudi, bukan akhir dari segalanya. Setelah enam bulan, seluruh warga binaan akan menjalani asesmen perilaku.

Jika menunjukkan perubahan positif, mereka dapat dipindahkan ke lapas dengan tingkat pengamanan lebih rendah.

Ia bahkan menyebut sudah ada warga binaan yang sebelumnya masuk kategori high risk berhasil turun hingga ke level minimum security di Lapas Terbuka Nusakambangan.

Langkah ini dijalankan melalui kolaborasi Direktorat Pengamanan dan Intelijen, Direktorat Kepatuhan Internal Ditjenpas, aparat kepolisian, serta petugas pemasyarakatan di berbagai wilayah. 

Di balik tembok tinggi itu, pertaruhannya sederhana: apakah penjara benar-benar bisa menjadi tempat pembinaan, bukan sekadar ruang pengulangan kejahatan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Dokter Swedia Ungkap Cara Ampuh Cegah Stroke Sejak Dini


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Dokter di Swedia mengungkap fakta mengejutkan: 80% kasus stroke sebenarnya dapat dicegah jika masyarakat lebih sadar sejak dini. Menurut mereka, langkah sederhana seperti mengenali tanda FAST dan menjaga aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu, bisa menurunkan risiko stroke secara signifikan.

Saya teringat ketika seorang tetangga, yang semula sehat, tiba-tiba mengalami stroke di usia 45 tahun. Ketidaktahuannya tentang gejala awal membuatnya terlambat mendapat pertolongan. Ini menunjukkan, pengetahuan menjadi benteng paling kuat.

Tanda FAST: Cara Cepat Selamatkan Nyawa

FAST adalah singkatan dari empat tanda stroke yang perlu dikenali: wajah, lengan, bicara, dan waktu. Dokter di Stockholm menegaskan, jika kita bisa mengenali satu tanda saja, maka tindakan cepat ke IGD bisa menyelamatkan nyawa. Misalnya, jika seseorang tiba-tiba wajahnya miring, lengan jatuh, atau bicaranya cadel, waktu berharga tak boleh ditunda.

Selain itu, stroke terjadi saat suplai darah ke otak terhenti. Dokter dari American Stroke Association menjelaskan, ada dua jenis utama: iskemik (ketika pembuluh darah tersumbat) dan hemoragik (pembuluh pecah). Hal ini terjadi lebih cepat dari yang kita sadari, dan setiap menitnya, sel otak bisa mati.

Hidroterapi dan Gaya Hidup Aktif untuk Pemulihan

Bagi mereka yang sudah sembuh dari stroke, hidroterapi menawarkan harapan. Dalam air, beban tubuh berkurang hingga 60%, sehingga otot bisa dilatih tanpa tekanan berlebih. Saya ingat, saat meliput rehabilitasi di sebuah pusat terapi, saya melihat seorang ibu yang semula lumpuh, kini mulai bisa berjalan lagi berkat latihan di kolam.

Dokter Swedia juga menekankan tiga perubahan paling efektif untuk mencegah stroke: rutin cek tekanan darah dengan target sistolik di bawah 130 mmHg, berhenti merokok, dan gerak aktif minimal 30 menit, lima hari dalam seminggu. Ini bukan sekadar saran, melainkan langkah nyata yang sudah terbukti memperpanjang usia dan kualitas hidup.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Menkeu Warning, Ekonomi RI Survival Mode dan Pajak Jadi Penentu


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi sinyal keras soal kondisi ekonomi nasional. Ia menyebut ekonomi RI kini berada dalam fase “survival mode” atau mode bertahan di tengah tekanan global yang belum mereda.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Jumat (24/04/2026). Menurut dia, konflik geopolitik dunia membuat ruang gerak pemerintah semakin sempit, sehingga tidak ada lagi tempat untuk kebijakan yang setengah matang.

Ekonomi RI Masuk Survival Mode

Purbaya menegaskan, situasi saat ini bukan fase biasa. Pemerintah, kata dia, harus bekerja dengan presisi karena kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap stabilitas nasional.

“Kalau pajaknya main-main, hancur kita,” ujar Purbaya.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi pesannya jelas: penerimaan negara adalah benteng utama. Tanpa fondasi fiskal yang kuat, tekanan dari luar bisa cepat menggoyang ekonomi dalam negeri.

Saya teringat obrolan dengan seorang pelaku UMKM di Pasar Tanah Abang beberapa waktu lalu. Ia bilang, yang paling menakutkan bukan sepinya pembeli, melainkan ketidakpastian. Saat biaya naik dan pasar tak menentu, semua orang memilih bertahan lebih dulu.

Situasi serupa kini sedang dihadapi negara. Pemerintah bukan hanya menjaga pertumbuhan, tetapi juga memastikan mesin ekonomi tetap hidup.

Pajak Jadi Penopang Utama Ketahanan Fiskal

Dalam kondisi survival mode, sektor perpajakan menjadi penyangga paling penting. Pajak bukan sekadar target angka dalam APBN, melainkan instrumen utama agar belanja negara tetap berjalan dan perlindungan sosial tidak terganggu.

Purbaya mengingatkan, tanpa implementasi kebijakan yang tepat dan maksimal, Indonesia bisa tertinggal dari negara lain yang bergerak lebih cepat menghadapi krisis global.

Negara-negara lain sudah berlari dengan strategi baru: efisiensi anggaran, perlindungan industri domestik, hingga reformasi fiskal yang agresif. Jika Indonesia lambat merespons, biaya yang harus dibayar bisa jauh lebih mahal.

Di ruang redaksi, ada satu prinsip lama yang sering dipakai: berita buruk tidak pernah datang dengan suara keras, tetapi lewat angka-angka kecil yang diabaikan. Inflasi, perlambatan konsumsi, hingga penurunan penerimaan pajak sering terlihat sepele—sampai akhirnya terlambat.

Karena itu, peringatan Purbaya layak dibaca sebagai alarm dini. Bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengingatkan bahwa disiplin fiskal, koordinasi kebijakan, dan eksekusi yang konsisten kini bukan pilihan, melainkan keharusan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
Share:

Gerakan 1.000 Pendonor Darah, Sugeng Prananto Tekankan Solidaritas Nyata


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu berkolaborasi dengan Perhimpunan Hakka Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar donor darah massal bertajuk “Memberikan Darah, Memberikan Kehidupan” di Jakarta, Minggu (26/04/2026).

Kegiatan ini menargetkan 1.000 pendonor darah dan menjadi bagian dari rangkaian event kesehatan masyarakat yang juga diisi seminar kesehatan, pemeriksaan gratis, hingga lucky draw. Ketua Umum Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu, Sugeng Prananto, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian sosial lintas komunitas.

Donor Darah Bukan Sekadar Seremoni

Pagi itu, suasana aula sudah ramai bahkan sebelum acara resmi dimulai. Saya sempat melihat antrean peserta yang rela datang lebih awal hanya untuk memastikan mereka bisa ikut donor. Tidak ada wajah terpaksa, justru yang terlihat adalah semangat membantu sesama.

Sugeng Prananto mengaku terharu melihat antusiasme masyarakat yang hadir tanpa paksaan dan tanpa imbalan.

“Saya sangat terharu melihat bapak-bapak dan ibu-ibu yang hadir dengan semangat membuat kebaikan, kebajikan, dan kegunaan untuk menyumbang darah yang suatu saat akan berguna bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, donor darah adalah bentuk sederhana tetapi sangat penting dalam menjaga kehidupan orang lain. Ia menegaskan, setetes darah bisa menjadi penentu keselamatan seseorang di ruang perawatan.

“Teman-teman hadir ini tanpa paksaan, tanpa pembayaran apa-apa, tapi dengan semangat hati nurani ikut membantu menyukseskan kegiatan ini,” katanya.


Kolaborasi Sosial dan Pesan Kebangsaan

Ketua Umum AREBI, Lukas, menilai kegiatan ini menunjukkan bahwa solidaritas sosial masih hidup kuat di tengah masyarakat. Ia mengatakan tidak ada sekat antara pengusaha, komunitas, maupun warga biasa ketika tujuannya adalah membantu bangsa.

“Kita bergandengan tangan satu sama lain. Tidak ada pembedaan, semuanya satu, karena kita mau memberikan amal bakti kepada bangsa Indonesia,” ujar Lukas.

Sementara itu, Ketua Panitia Harti Hardijah menambahkan, kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada bangsa tidak cukup hanya lewat pidato, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata.

Saya teringat satu pengalaman lama saat meliput PMI beberapa tahun lalu. Seorang ibu menangis hanya karena stok darah yang dibutuhkan anaknya akhirnya tersedia. Sejak itu saya paham, donor darah bukan soal acara besar, tetapi soal kesempatan hidup yang datang tepat waktu.

“Setetes darah yang Bapak dan Ibu berikan sangat berarti dan membantu banyak orang yang membutuhkan,” kata Harti.

Pemeriksaan Gratis hingga Hadiah Menarik

Selain donor darah, panitia juga menyediakan cek gula darah, kolesterol, asam urat, kadar oksigen darah, breast scanner, akupuntur, acupressure, hingga stress analyzer.

Acara juga diisi senam bersama Andrie Wongso, seminar kanker, peluncuran buku “9 Konstitusi Tubuh”, serta edukasi hidup sehat.

Untuk menarik partisipasi, panitia menyiapkan hadiah lucky draw seperti sepeda motor listrik, televisi 32 inci, smartwatch, speaker bluetooth, hingga perangkat edukasi digital.

Setiap pendonor yang berhasil mendonorkan darah juga memperoleh beras 5 kilogram untuk 1.000 peserta pertama. Pendekatan ini dinilai efektif memperluas partisipasi publik sekaligus memperkuat pesan bahwa berbagi tidak selalu harus menunggu kaya.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Ketum FORSIMEMA Kritik Data Desil, Bansos Dinilai Tak Tepat


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ketua Umum FORSIMEMA Syamsul Bahri menyoroti ketidakakuratan data desil atau peringkat kesejahteraan yang digunakan Kementerian Sosial dalam penyaluran bantuan sosial. Dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026, ia menilai persoalan ini menjadi akar utama bansos yang kerap salah sasaran.

Menurut Syamsul, masalahnya bukan sekadar soal angka di layar komputer. Banyak warga yang sebenarnya masuk kategori miskin justru tercecer dari Desil 1 sampai 4, sementara nama penerima bantuan masih diisi pihak yang secara ekonomi sudah jauh lebih mapan.

Rapuhnya Validitas Data Desil Bansos

Saya pernah menemui kasus serupa di sebuah kelurahan, ketika seorang janda lansia mengaku tak lagi menerima bantuan karena namanya “hilang” dari sistem. Di sisi lain, tetangganya yang memiliki usaha stabil justru masih tercatat sebagai penerima. Situasi seperti ini bukan cerita baru.

Syamsul menyebut persoalan pertama terletak pada lambatnya pembaruan data atau lag time. Data desil sering bersifat statis, sementara kondisi ekonomi masyarakat berubah sangat cepat, terutama setelah pandemi dan tekanan inflasi yang belum benar-benar reda.

Akibatnya, muncul dua masalah klasik: exclusion error, yakni warga miskin tidak terdata, dan inclusion error, yaitu warga yang sebenarnya mampu justru tetap menerima bantuan.

“Data yang tidak diperbarui tepat waktu akan melahirkan ketidakadilan yang berulang,” ujar Syamsul dalam keterangannya.

Verifikasi Lapangan dan Audit DTKS Jadi Sorotan

Masalah kedua, kata dia, adalah lemahnya verifikasi lapangan. Ketergantungan pada sistem digital tanpa verifikasi faktual dari tingkat kelurahan hingga desa membuat data sosial mudah menjadi usang, bahkan menyesatkan.

Ia menegaskan, algoritma tidak bisa sepenuhnya menggantikan empati petugas lapangan. Sebab, realitas sosial tidak selalu terbaca lewat formulir administratif.

Di sinilah masalah integritas muncul. Data sosial seharusnya menjadi alat utama keadilan negara. Jika instrumennya rusak, maka kebijakan bantuan sosial berubah menjadi ketidakadilan yang sistematis.

FORSIMEMA mendesak audit independen terhadap proses pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sekaligus meminta transparansi metodologi penetapan desil oleh Kementerian Sosial.

Syamsul juga mendorong model kerja berbasis data terbuka dan partisipatif. Masyarakat perlu diberi ruang untuk memverifikasi data secara mandiri melalui kanal resmi, termasuk mekanisme pelaporan sederhana jika ditemukan ketidaksesuaian.

Pendekatan ini dinilai lebih sehat daripada sekadar menunggu pembaruan administratif yang sering terlambat. Negara, menurutnya, harus hadir dengan data yang jujur, bukan data yang hanya rapi di atas kertas.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini